Become Stupid

Namanya Lee Donghae,

Dia suka duduk di bangku pojok paling belakang,

Dia adalah tipe pria yang misterius, pendiam, tertutup, jarang berbicara,

Tapi benar-benar tampan,

Dalam catatanku, aku sudah menyukainya sejak lama,

Sejak tiga tahun kami selalu sekelas bersama,

Meski sejujurnya pengakuan ini cukup memalukan,

Hanya saja… Aku tidak pernah berbicara dengannya sama sekali.

Aku terlalu takut untuk menjadi dekat dengannya,

Bahkan untuk bertatap mata,

Aku hanya suka mencuri-curi pandang,

Dan melamunkannya seperti sekarang,

Aish! Aku memang bodoh. Kenapa aku bisa memiliki sifat semacam ini? Memalukan!

Cinta memang benar-benar nyaris membuatku idiot.

Tapi, gigi taringnya yang manis ketika tersenyum.. Aaa! Aku ingin memiliki itu.

“Kwon Yuri?”

“Ah! Iya, pak?”

Seperti mendapat tamparan kencang, mataku mengerjap dahsyat waktu suara lantang guru itu menyebut namaku. Kusadari seantero kelas langsung menatapku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan. Aku terpojok di tempatku, jantungku hampir mencelos dari tempatnya waktu guru itu menyadarkan lamunanku untuk yang kedua kalinya.

“Apa kau paham materi yang kujelaskan barusan?” selidiknya dengan nada kurang mengenakkan.

Aku merasakan keringat dinginku mengalir cepat. Teringat bahwa lima belas menit yang lalu aku sama sekali tidak menyimak pelajaran Matematika yang guru magang itu terangkan. Dan aku akan semakin panik lagi jika saja dia sampai menyuruhku untuk mengerjakan sebuah soal lalu berakhir dengan blablabla. Hal seperti itu memang sudah sering menimpaku.

“Aaa! Itu, Iya!!”

Tapi kenapa dengan bodohnya aku justru mengiyakan!!?

“Baiklah. Sekarang coba kau kerjakan soal ini di depan!”

BINGO!

Langsung saja tulang-tulangku serasa berpindah dari tempatnya semula. Wajahku merah padam menahan kesal setengah menahan malu. Aku tiba-tiba merasa pusing waktu melihat puluhan angka yang dibegini-begitukan olehnya. Dan mendapati diriku sendiri sedang kesulitan mengambil napas.

Aish! Bagaimana menjawabnya? Merasa tatapan-tatapan horor itu semakin tajam mengarah padaku, aku pun terpaksa bangkit dari dudukku. Murid-murid jelek itu benar-benar menyebalkan!

Dengan berat hati dan muka malas menyeramkan, aku melangkah ke depan kelas. Mendekat ke sisi guru magang itu yang sejak tadi terus memperhatikanku dalam-dalam, seolah aku ini adalah buronan yang tertangkap basah sedang mencuri permen dari seorang anak kecil!

Argh! Demi tuhan! Jika saja aku tidak ingat sedang berada di mana aku sekarang, mungkin aku sudah mematahkan papan tulis itu menjadi butiran-butiran kecil yang tidak terlihat. Bahkan waktu secara tidak sengaja aku mengedarkan pandanganku ke belakang kelas, Lee Donghae juga sedang menatap aneh ke arahku. Hah! Kenapa hari ini aku begitu sial?

Tangan ini sudah begitu kencang menggenggam spidol hitam yang guru itu berikan, tinggal menggoreskannya saja dan membentuk sebuah jawaban. Tapi entah mengapa otakku benar-benar mati rasa. Hanya mulutku saja yang terus bergerak menggerutu kesal.

Payah! Kukira rasa terkejutku hanya sampai pada ini saja. Ternyata ini semua belum apa-apa dibandingkan waktu dengan refleksnya tangan guru magang itu menyentuh tanganku yang sejak tadi tidak mau berhenti berkeringat! Menyentuh tanganku!

Waktu seolah berhenti berputar. Seperti kehilangan kesadaran pula waktu secara lancang dia sedikit menghadapkan wajahku ke wajahnya hingga jantungku serasa ingin meledak. Apa lagi ini?! Dia membuka mulutnya, bersiap mengeluarkan sebuah kalimat yang bisa langsung membuatku mati berdiri saat ini juga. Spidol itu terjatuh, bersamaan dengan melototnya mataku waktu sambil tersenyum evil dia berbisik.

“Bisa mengerjakan tidak? Jika tidak, kau boleh kembali duduk di tempatmu. Tapi dengan satu syarat, kau tidak boleh memperhatikannya dan hanya boleh menatap padaku seorang. Oke, Kwon Yuri?”

.

Namanya Cho Kyuhyun,

Atau panggil saja Pak Cho,

Dia adalah guru magang yang baru berusia 20 tahun, hanya berjarak 2 tahun dari usiaku,

Wajahnya tidak sesuai dengan umurnya,

Banyak teman wanitaku yang menyukai guru itu,

Apa spesialnya dia? Tidak ada tanda cek pada kategori tampan (menurutku),

Dia angkuh dan sangat dingin,

Bukan tipe guru idaman,

Jika dibandingkan dengan Donghae, mungkin seperti langit dan bumi,

Tapi entah mengapa, Waktu mata beningnya itu menatapku, Jantungku berdetak cepat. Sialan!

.

FIN~

Iklan

3 thoughts on “Become Stupid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s