[FICLET] Nuguya?

han-seung-mi-nuguya1

Poster By Harururu98 – Cafe Poster. Thank You^^

* * *

Namanya Kwon Yuri. Ia seorang siswi kelas 2 menengah atas dengan gelagat nyaris seperti penderita bisu-tuli―tidak dalam kaidah yang benar-benar seperti itu―melainkan jarang berkata-kata adalah ciri khas utamanya. Gadis pendiam yang baik hati, juga tipe yang pantang berkata dusta sehingga mengharuskan ia tuk selalu berterus terang.

Mungkin lantaran terlalu baik, tak jarang kebaikan hatinya itu dimanfaatkan oleh teman-teman kelasnya sendiri; kala dibanjiri tugas-tugas sekolah yang melimpah ruah, maka Yuri akan mendapat perintah tuk mengerjakan tugas-tugas yang tak sepantasnya ia pertanggung jawabkan. Namun Yuri tak pernah ambil pusing atau pun mempermasalahkan itu semua, kendati terasa memberatkan, ia justru bahagia karena setidaknya ada beberapa orang yang masih mau berbicara dengan dirinya.

Lantas beralih ke segi fisik. Yuri memang tak memiliki paras yang teramat ‘ayu’ selayaknya remaja Korea lain di usia seperti ia; mata Yuri berlabel ‘minus’ dengan rambut yang selalu tertata ala kadarnya, pula penyendiri yang hobi membaca buku Ensiklopedia di tiap kali kesempatan.

Sudah cukup jelas seberapa eww-nya dia, bukan?

Tapi di balik ‘kekurangan’ itu semua, nyatanya Yuri memiliki ‘kelebihan’ yakni kehadiran seorang kekasih di sisinya.

Hebatnya lagi, kekasih Yuri itu adalah seorang lelaki tampan pujaan para gadis-gadis centil nomer satu di sekolah yang mana predikat lelaki itu
sekarang adalah sebagai milik Yuri seorang.

Nama lelaki itu adalah Cho Kyuhyun.

Terkadang Yuri tak tahu awal mula bagaimana hubungan mereka bisa terjalin, meski tidak satu gelintir kata pun ia utarakan, tetapi dalam hati ia merasa senang sekaligus bangga.

Dan berbicara tentang ‘makin tinggi pohon makin kencang juga angin yang menerjang’, tentu Yuri akan mendapat cibiran dari murid-murid di kelas maupun seantero sekolah terkait hubungan mereka.

Berbagai ejekkan tak sungkan di lontarkan padanya―seolah tak bosan-bosan melihat gadis itu terjerat dalam belenggu intimidasi yang sungguh tak mengenakkan. Tanpa ada niatan melawan sehingga yang bisa dia lakukan hanya menundukkan kepala laksana mengalami penulian pada gendang telinga, sebab apa pun yang mereka katakan, hubungan Yuri dan Kyuhyun tetap berjalan baik-baik saja bak pasangan kekasih secara normal.

Tak ada yang akan berubah, harapnya.

“Yuri, apa kau merasa ragu pada hubungan ini?” suatu kali Kyuhyun bertanya, saat mereka tengah duduk berdua di bawah pohon Momiji yang tumbuh merindang di sekitar halaman belakang sekolah.

Awalnya Yuri tersentak. Pertanyaan seperti itu bahkan sering kali menghinggapi pikirannya dan kini seseorang telah mengatakannya dengan gamblang. Namun Yuri hanya menggeleng perlahan, seraya tersenyum manis, ia menjelaskan pada kekasihnya beserta nada kelembutan bersarang di sana.

“Kau pasti tidak akan percaya, tapi aku bahkan berpikir bahwa hubungan ini hanya mimpi belaka. Maksudku, bagaimana bisa seorang lelaki sepertimu mau menjadi kekasih gadis sepertiku? Kendati pertanyaan itu tak pernah ada ulasan, aku selalu mencari jawabanku sendiri dengan menepis semua pemikiran itu sebab hari-hari yang telah kita lalui bersama adalah nyata, bukan mimpi, atau pula keraguan. Benar begitu, ‘kan?”

“Sekalipun banyak di antara mereka yang
memupuskan kepercayaanmu?”

“Sekalipun seperti itu, aku lebih mempercayaimu, Kyu.”

Yuri menghela napas, Kyuhyun ikut tersenyum. Pada akhirnya, kedua pasangan itu hanyut dalam ketenangan nurani ketika tangan keduanya saling berpaut menyalurkan kehangatan dan senyum penuh kasih.

Memang melegakan,

Hanya saja,

Entah mengapa akhir-akhir ini hal yang Yuri takutkan,

Seolah menjadi kenyataan.

Hubungan keduanya nampak merenggang. Bahkan, kini jarang ada waktu luang bagi keduanya untuk bertemu di bawah pohon Momiji seperti biasa lantaran kesibukan yang dianut Kyuhyun―tak tahu kesibukan apa.

Kyuhyun sering menerima telepon dari seorang wanita hingga pada akhirnya mereka terjerumus dalam perbincangan akrab yang berdurasi lama. Sampai sekarang Yuri tak pernah tahu siapa gerangan sang wanita, namun dalam hati Yuri selalu berusaha tersenyum dan menduga-duga bahwa wanita misterius tersebut hanyalah teman Kyuhyun semata.

Kala itu, murid-murid di sekolah tak bisa menahan kegatalan mulutnya untuk tak sedikitpun mencibir tentang hubungan Yuri dan Kyuhun. Banyak yang berkata bahwa selama ini Kyuhyun hanya memanfaatkan ia, Kyuhyun hanya menjadikan Yuri sebagai pelampiasan karena alasan yang tak jelas, sebab; mana mungkin Kyuhyun mau berpacaran dengan gadis sepertinya?

Dan Yuri sempat benar-benar terhasut oleh omongan-omongan tak berdasar tersebut.

Terlebih, ketika suatu hari, di sore yang dingin itu, Yuri melihat Kyuhyun berjalan dengan seorang wanita di daerah pusat perbelanjaan. Mereka berjalan berdampingan dengan tangan Kyuhyun yang memeluk mesra pundak wanita cantik di sebelahnya.

Yuri nyaris meneteskan air mata, kemudian ia menepuk-nepuk pipinya sendiri sebagai upaya mengembalikan kepercayaannya. Ia teringat bahwa ia harus berbelanja kebutuhan yang baru saja orang tuanya pesankan, seraya kembali mengulas senyum lembut, Yuri mulai menghampiri kios-kios di sana, seolah Kyuhyun dan wanita itu tak ada.

Mereka tak bertengkar, atau pula putus hubungan―tentu saja karena kebaikan hati yang Yuri punya. Sehari setelah kejadian di pusat perbelanjaan itu, Yuri menemui Kyuhyun di sebuah taman kota, mengingat bahwa sebelumnya Kyuhyun telah mengajak Yuri untuk berkencan setelah sekian lama.

“Hai, Yuri.”

“Halo.” Yuri membalas sapaan Kyuhyun dengan senyum yang sumringah di bibir.

Gadis itu mengenakan dress Peach berenda yang panjangnya selutut, dengan rambut terurai bebas serta tak lupa kacamata minus yang menggantung di pangkal hidungnya. Yuri benar-benar tidak sadar bahwa kala itu Kyuhyun nyaris tak berkedip saat melihat kehadirannya di taman kota.

“Kenapa kau tak membalas pesanku, Yuri?” tanya Kyuhyun berlagak kesal setelah mereka mendudukkan tubuh masing-masing di salah satu kursi taman.

Yuri menggeleng singkat, memperhatikan dengan seksama wajah tampan kekasihnya yang dia sadari nampak berbeda, lantas berkata, “Maafkan aku. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu,”

“Memikirkan apa?”

Dihembuskan napasnya perlahan, bak seberkas kekuatan merasuki tubuhnya.

Mungkin, Yuri telah benar-benar meyakinkan dirinya sendiri bahwa; memang tak ada kesalahan dari apa yang selama ini ia ributkan. Gadis itu berhak bertanya, sekalipun ia tak menerima jawaban yang melegakan dari mulut Kyuhyun, utamanya ia telah meluapkan segala isi di hati, segala perasaan tak mengenakkan yang selama ini membuat detik demi detiknya berjalan dengan gusar.

“Kyuhyun-ah,”

“Hmm?”

“Aku mau bertanya,” hingga pada ekornya, Yuri benar-benar buka suara.

“Ya, tanya apa?”

Menelan salivanya sejenak, Yuri nampak gugup seiring melihat senyum Kyuhyun yang kian terulas lebar, “E-eh, tentang wanita yang bersamamu waktu itu, Kyu, siapa? A-aku melihat kalian di pusat perbelanjaan,” diberinya jeda sesaat untuk kembali menelan saliva. “Apa dia wanita yang sama dengan teman obrolanmu di telepon?”

Dia sudah selesai berbicara, tapi bukan raut terkejut atau napas tercekat seperti yang diprediksikan. Mendadak seulas senyum justru terlukis di bibir Kyuhyun. Lelaki itu menatap wajah imut kekasihnya, seolah menanti apakah masih ada kalimat mengganjal di hatinya yang akan kembali dia utarakan? Lagipula, semburat kemerahan itu menggemaskan sekali, membuat Kyuhyun tak tahan untuk tak mengacak rambut Yuri perlahan.

“Ahaha! Jadi kala itu kau di sana? Lantas, bila aku membenarkan, apa kau akan memberi alasan mengenai; kenapa kau menanyakan itu, Yuri-ya?”

Secara gamblang Yuri menunjukkan keterkejutannya saat Kyuhyun tanpa terduga balik bertanya hingga seperti itu.

“Eh. T-tidak apa-apa, Kyu. Aku hanya bertanya,”

Dan Kyuhyun menggunakan kesempatan itu tuk merubah senyumnya menjadi gelak tawa. “Kau cemburu, ya?”

“Demi Tuhan, tidak,”

“Kau yakin?”

“Aku ‘kan tidak bisa berbohong.”

“Ahaha! Kau tahu, selama ini aku sengaja bersikap seperti itu padamu. Tentang wanita itu, juga sama,”

Yuri memberengut seraya memiringkan kepalanya tanda tak mengerti; kerutan berganda bahkan sudah bersarang di dahinya yang indah manakala Kyuhyun kembali hendak angkat bicara.

“Apa maksudmu, Kyu?” tanya Yuri, sukses dibuat kebingungan.

“Dengar. Sejujurnya, semua itu sudah kurencanakan,” kata Kyuhyun nyaris berbisik tepat di telinga gadisnya. Kemudian melanjutkan seraya menahan tawa geli kendati tak ada satupun hal yang lucu di sana. “Aku sampai heran kau tak merasa terganggu sedikitpun tentang wanita itu. Kini kau justru menanyakannya dengan keluguanmu. Jadi, apa yang harus kulakukan? Menangis haru karena rupanya aku memang tak salah pilih pendamping hidup?”

Yuri makin mengulum bibir.

“Hash. Baiklah, kau ingin tahu dia siapa? Wanita itu adalah kakak kandungku, Cho Ahra namanya. Dia adalah calon kakak iparmu, dan kedua orang tua yang berada di sana adalah calon mertuamu, Yuri-ya.” Kyuhyun mengakhiri kalimatnya seraya menunjuk sepasang suami istri yang telah berumur tengah melambai dari kejauhan, di area lain dari taman.

Sementara Yuri hanya tergelak. Ia mengunci mulut rapat-rapat saat tangan hangat Kyuhyun kembali membelai sayang rambut kehitamannya—seolah mengabsen satu per satu dari helai rambut itu. Kemudian menyadari aliran darahnya berhenti di posisi yang tidak tepat, Yuri tiba-tiba menundukkan kepala, namun terkekeh.

“Kita masih anak SMA, Kyu.” deretan gigi putihnya terpampang jelas

* * *

FIN~

Iklan

9 thoughts on “[FICLET] Nuguya?

  1. Wuahh.. Yurinya super polos, kyu nya juga disini keren bangett.. Jad, ngebayangin sendiri deh . Hihi, bagus ff nya^^

  2. kyu kereen udh rencanain yuri sebagai istrinya mpe nunjukin klo ada calon mertuanya d sana .. aarrggh co cweet .. kyurii daebak lah ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s